Wisata Klungkung Melonjak, Nusa Penida Jadi Magnet Utama Turis 2025
- account_circle admin
- calendar_month Senin, 12 Jan 2026
- print Cetak

Kelingking Beach, Nusapenida, Bali/ Foto: Istimewa
INFO BALINESE – Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Klungkung, Bali, sepanjang 2025 tercatat mencapai 1,16 juta orang, terdiri dari wisatawan domestik dan mancanegara. Kawasan Wisata Nusa Penida (KWNP) menjadi penyumbang terbesar dengan total kunjungan sekitar 1,075 juta wisatawan, jauh melampaui daya tarik wisata (DTW) lainnya di wilayah tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, mengatakan destinasi unggulan di Nusa Penida masih menjadi magnet utama wisatawan.
“Yang paling banyak menarik kunjungan wisatawan adalah Kelingking Beach, Angel Billabong, Broken Beach, Crystal Bay, dan Pantai Atuh,” ujarnya, Senin (12/1/2026).
Selain Nusa Penida, kunjungan wisatawan ke DTW Goa Lawah tercatat sebanyak 45.294 orang, sedangkan Semarapura City Tour mencapai 53.287 wisatawan. Menurut Putra, karakter wisatawan di masing-masing destinasi memiliki perbedaan.
Wisatawan ke Goa Lawah dan Nusa Penida umumnya datang secara individu atau dalam kelompok kecil. Sementara itu, Semarapura City Tour lebih banyak dikemas dalam paket wisata berkelompok yang didampingi pramuwisata lokal untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Klungkung.
Terkait asal negara wisatawan, Putra menyebut pihaknya belum dapat memaparkan data secara rinci. Hal tersebut karena pemetaan sektor pariwisata Klungkung saat ini masih berbasis kawasan, bukan per DTW, sesuai Perda Klungkung Nomor 8 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi.
“Tahun ini kami fokus merevisi perda tersebut agar pungutan bisa dilakukan di masing-masing DTW. Revisi sudah diajukan dan masih dalam proses,” jelasnya.
Selain pembenahan regulasi, Pemkab Klungkung juga terus mendorong pariwisata melalui berbagai agenda festival tahunan. Pada 2026, sejumlah festival yang kembali digelar antara lain Festival Semarapura, Festival Nusa Penida, Festival Klungkung Heritage, Festival Goa Lawah, dan Festival Kamasan.
Anggaran penyelenggaraan festival tersebut berkisar antara Rp 250 juta hingga Rp 1,3 miliar per acara.*
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar