Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

Viral Isu Listrik dan Internet Mati 7 Hari, Masyarakat Diimbau Bersiap Tanpa Panik

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
  • print Cetak

Isu Listrik dan Internet Mati 7 Hari/ Foto: Ilustrasi/Istimewa Bersiap Tanpa Panik

INFO BALINESE – Isu mengenai potensi kondisi darurat selama tujuh hari kembali ramai diperbincangkan publik setelah pernyataan Komjen (Purn) Dharma Pongrekun viral di berbagai platform media sosial. Dalam pernyataannya, ia menyinggung kemungkinan skenario terburuk berupa padamnya listrik dan internet secara total, sehingga masyarakat diminta untuk mulai bersiap dengan kebutuhan dasar.

Pernyataan tersebut langsung memicu beragam reaksi warganet. Sebagian menyuarakan kekhawatiran, sementara lainnya mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum disertai keterangan resmi. Hingga saat ini, pemerintah belum mengeluarkan pernyataan atau kebijakan resmi terkait kemungkinan penerapan kondisi darurat selama tujuh hari sebagaimana yang ramai dibahas.

Meski demikian, para pengamat menilai wacana ini perlu disikapi secara tenang dan rasional. Gangguan pada sistem vital seperti listrik dan jaringan internet dapat memicu efek domino yang cukup luas. Selain terputusnya komunikasi, kondisi tersebut berpotensi mengganggu distribusi air bersih, pelayanan publik, hingga melumpuhkan transaksi digital yang kini menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi masyarakat.

Konsep kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat sejatinya bukan hal baru di tingkat global. Sejumlah negara Eropa, seperti Belanda dan Jerman, telah lebih dahulu membagikan panduan kesiapsiagaan darurat kepada warganya. Panduan tersebut umumnya mencakup persiapan kebutuhan dasar untuk bertahan selama 72 jam, sebagai langkah awal menghadapi krisis nasional, baik akibat bencana alam, gangguan energi, maupun kondisi darurat lainnya.

Di Indonesia sendiri, panduan resmi kesiapsiagaan darurat bagi masyarakat umum belum tersedia secara luas. Hal ini membuat sebagian masyarakat masih sepenuhnya bergantung pada sistem dan layanan digital dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian, mengingat potensi gangguan pada sistem vital bisa terjadi kapan saja, baik akibat faktor alam maupun teknis.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap bersikap kritis dan tidak mudah terpancing kepanikan. Langkah antisipasi sederhana, seperti memastikan ketersediaan kebutuhan pokok, alat penerangan darurat, serta alternatif komunikasi, dinilai cukup sebagai bentuk kesiapsiagaan awal. Upaya ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai bentuk kesadaran dan kemandirian menghadapi kemungkinan situasi darurat.

Pada akhirnya, kesiapsiagaan masyarakat perlu dibangun secara proporsional dan berbasis informasi yang jelas. Pemerintah diharapkan dapat terus memberikan edukasi dan komunikasi yang transparan agar publik tidak terjebak dalam spekulasi, sekaligus mampu menghadapi berbagai kemungkinan dengan lebih siap dan bijak.*

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less