Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

Presiden Prabowo Dorong Perluasan Beasiswa dan Penguatan STEM dalam Pendidikan Tinggi Nasional

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
  • print Cetak

Presiden RI, H Prabowo Subianto/ Foto: Istimewa

INFO BALINESE – Presiden Prabowo Subianto memberikan sejumlah arahan strategis untuk penguatan pendidikan tinggi nasional dalam Taklimat Presiden Republik Indonesia bersama Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2026 yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/01/2026). Taklimat tersebut menitikberatkan pada perluasan akses beasiswa, penguatan sains dan teknologi, serta pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan nasional.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa forum tersebut mendapat apresiasi tinggi dari para rektor dan guru besar. Bahkan, para pimpinan perguruan tinggi mengusulkan agar dialog langsung dengan Presiden dapat dilaksanakan secara rutin.

“Ada permohonan juga dari para rektor dan guru besar agar forum-forum seperti ini bisa lebih dirutinkan kembali,” ujar Prasetyo Hadi kepada awak media usai kegiatan.

Dalam taklimat tersebut, Presiden Prabowo menerima laporan bahwa jumlah mahasiswa pendidikan tinggi di Indonesia saat ini mencapai sekitar 9,9 juta orang. Namun, dari jumlah tersebut, penerima beasiswa masih terbatas, yakni sekitar 1,1 juta mahasiswa.

Menanggapi kondisi tersebut, Presiden Prabowo menginstruksikan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bersama Kementerian Sekretariat Negara untuk melakukan penghitungan ulang serta merumuskan kebijakan baru guna memperluas jumlah penerima beasiswa secara signifikan.

“Bapak Presiden memberikan arahan kepada kami, terutama Mendiktisaintek dan kami sebagai Mensesneg, untuk mencoba menghitung ulang dan memformulasikan kembali bagaimana memperbesar sebanyak-banyaknya penerima beasiswa,” jelas Prasetyo.

Selain perluasan beasiswa, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Kepala Negara mengarahkan agar alokasi beasiswa LPDP lebih difokuskan pada bidang tersebut sebagai upaya mempercepat ketertinggalan Indonesia dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Beliau berharap alokasi beasiswa LPDP untuk STEM bisa mencapai di atas 80 persen, karena kita memang konsentrasi mengejar ketertinggalan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ungkap Mensesneg.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo turut menyoroti kekurangan tenaga kesehatan, khususnya dokter dan dokter spesialis. Pemerintah telah menyiapkan dua langkah utama, yakni peningkatan kuota mahasiswa kedokteran dan pendidikan dokter spesialis, serta rencana pembentukan fakultas kedokteran baru.

“Yang pertama, diperbesar dari sisi penerimaan mahasiswa kedokteran dan dokter spesialis. Yang kedua, mau tidak mau kita harus memberanikan diri membentuk fakultas baru untuk kedokteran umum,” jelas Prasetyo.

Tak hanya itu, Presiden juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan dokter gigi, farmasi, dan teknologi kesehatan, seiring pesatnya perkembangan peralatan medis berbasis teknologi. Terkait pembentukan fakultas-fakultas baru tersebut, pemerintah masih melakukan identifikasi lokasi dan kebutuhan.

“Titiknya belum ditentukan, saat ini masih dalam proses identifikasi terkait lokasi dan jumlah yang dibutuhkan,” pungkas Prasetyo.*

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less