Senin, 15 Jun 2026
light_mode

Hidupkan Seni Tradisi dengan Teknologi, Aga Mahesa Tampilkan Projection Mapping pada Lukisan Tari Legong

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
  • print Cetak

Hidupkan Seni Tradisi dengan Teknologi,/ Foto: Istimewa

INFO BALINESE — Perpaduan seni tradisional dan teknologi modern kembali hadir melalui karya seniman 3D asal Bali, Aga Mahesa. Melalui teknik projection mapping, Aga menyulap sebuah lukisan tari Legong menjadi karya visual yang tampak hidup, dinamis, dan memukau mata.

Tari Legong yang dikenal dengan gerak halus, ekspresi mata yang kuat, serta keindahan kostum khas Bali, menjadi medium utama dalam karya ini. Visual 3D diproyeksikan secara presisi ke atas lukisan, menciptakan ilusi gerak pada elemen-elemen tertentu seperti kipas, mata penari, dan ornamen busana. Hasilnya, lukisan yang awalnya statis seolah bernapas dan menari di hadapan penonton.

Menurut Aga Mahesa, karya ini merupakan eksplorasi bagaimana teknologi digital dapat berdialog dengan warisan budaya tanpa menghilangkan nilai aslinya. Projection mapping tidak dimaksudkan untuk menggantikan seni tradisional, melainkan sebagai lapisan baru yang memperkuat pengalaman visual dan emosional.

Teknik projection mapping sendiri membutuhkan ketelitian tinggi, mulai dari pemetaan bidang lukisan, penyesuaian sudut proyeksi, hingga sinkronisasi animasi agar menyatu sempurna dengan karya dua dimensi. Kesalahan kecil dapat mengganggu ilusi visual, sehingga proses pengerjaan dilakukan dengan detail dan perhitungan matang.

Karya ini mendapat respons positif dari penikmat seni karena dinilai berhasil menghadirkan inovasi tanpa menghilangkan identitas budaya Bali. Perpaduan antara seni lukis tradisional dan visual 3D justru memperkuat karakter tari Legong sebagai simbol keanggunan dan estetika Bali.

Melalui karya ini, Aga Mahesa menunjukkan bahwa seni tradisi dapat terus berkembang seiring kemajuan zaman. Inovasi berbasis teknologi menjadi jembatan untuk memperluas cara pandang, sekaligus membuka peluang baru dalam pelestarian dan promosi budaya Bali di tingkat nasional maupun internasional.

Karya projection mapping pada lukisan Legong ini tidak hanya menjadi tontonan visual, tetapi juga pernyataan bahwa tradisi dan teknologi dapat berjalan berdampingan, saling melengkapi, dan menciptakan pengalaman seni yang relevan di era modern.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less