Gelombang Protes Guncang Iran, Aparat Bertindak Keras terhadap Demonstran
- account_circle admin
- calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
- print Cetak

Gelombang Protes di Iran/ Foto: Reuters
INFO BALINESE – Iran diguncang demonstrasi besar-besaran yang menentang pemerintah, dengan ratusan orang diyakini tewas dan ribuan lainnya ditangkap oleh aparat keamanan. Aksi protes yang awalnya dipicu persoalan ekonomi kini berkembang menjadi tuntutan perubahan politik.
Gelombang protes bermula pada 28 Desember, ketika para pemilik toko di Teheran turun ke jalan menyuarakan kemarahan atas anjloknya nilai mata uang rial terhadap dolar Amerika Serikat. Nilai rial tercatat jatuh ke titik terendah sepanjang sejarah, sementara inflasi melonjak hingga sekitar 40 persen, memicu lonjakan harga kebutuhan pokok seperti minyak goreng dan daging.
Tekanan ekonomi yang berat disebut dipicu oleh sanksi internasional terkait program nuklir Iran, diperparah dengan salah urus dan dugaan korupsi di tubuh pemerintahan. Kondisi tersebut mendorong meluasnya ketidakpuasan publik.
Tak lama berselang, mahasiswa dari berbagai universitas ikut bergabung dalam aksi protes. Demonstrasi kemudian menyebar cepat ke berbagai kota lain di Iran. Tuntutan massa pun meluas, tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga perubahan politik. Dalam berbagai aksi, terdengar slogan-slogan yang secara terbuka menentang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Dukungan terhadap Reza Pahlavi, putra mendiang Shah Iran yang kini hidup di pengasingan, juga dilaporkan semakin menguat. Ribuan orang kembali turun ke jalan-jalan di Teheran dan kota-kota besar lainnya menjelang akhir pekan lalu, menandai eskalasi aksi yang kian signifikan.
Menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia Iran yang berbasis di Amerika Serikat, demonstrasi telah dikonfirmasi terjadi di 186 kota dan desa yang tersebar di seluruh 31 provinsi Iran sejak awal protes. Meski belum ada estimasi pasti jumlah peserta aksi, lembaga tersebut menyebut lebih dari 10.000 demonstran telah ditangkap.
Sementara itu, pihak berwenang Iran merespons dengan tindakan keras. Aparat keamanan dilaporkan menggunakan berbagai cara untuk membubarkan massa, mulai dari meriam air hingga peluru tajam, yang mengakibatkan korban jiwa. Sejumlah warga yang diwawancarai BBC di Teheran menyebut respons aparat dalam sepekan terakhir sangat intens dan brutal.
Petugas medis menggambarkan kondisi rumah sakit yang kewalahan akibat banyaknya korban tewas dan luka-luka. Di sisi lain, pimpinan mahkamah tertinggi Iran menyatakan akan menjatuhkan hukuman yang “cepat dan keras” terhadap para pengunjuk rasa, serta memperingatkan pengadilan di bawahnya agar tidak menunjukkan kelonggaran terhadap pihak-pihak yang disebut sebagai “perusuh”.
Di tingkat internasional, situasi Iran turut menjadi sorotan. Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan berulang kali melontarkan ancaman akan mengambil tindakan militer jika pasukan keamanan Iran terus membunuh para demonstran.
Hingga kini, ketegangan di Iran masih berlangsung, sementara dunia internasional terus memantau perkembangan situasi yang berpotensi semakin memburuk.*
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar