Ahimsa Prosperity Group Kembangkan Usaha dengan Filosofi Awatara
- account_circle admin
- calendar_month Senin, 19 Jan 2026
- print Cetak

Ahimsa Prosperity Group Bersama Media Bali. /Foto: Info Balinese
INFO BALINESE – Ahimsa Prosperity Group mengembangkan berbagai unit usaha dengan mengusung konsep Awatara, yakni filosofi bisnis yang menitikberatkan pada upaya menyelamatkan, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu.
Pendiri Ahimsa Prosperity Group, I Made Sukanaya, menjelaskan bahwa gagasan tersebut menjadi dasar berdirinya sejumlah perusahaan di bawah naungan PT Ahimsa Prosperity Group. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan ramah tamah bersama media yang digelar pada Minggu (18/1/2026) di salah satu unit restoran miliknya.
Dalam kesempatan tersebut, Sukanaya mengisahkan perjalanan panjangnya merintis usaha yang bermula di tengah situasi sulit pandemi Covid-19. Usaha pertama yang ia dirikan adalah Warung Babi Guling Made Jimbaran yang berlokasi di Jalan Kampus Udayana, Jimbaran, Bali.
Menurutnya, pendirian usaha tersebut berangkat dari kepedulian terhadap seorang ibu yang kesulitan memenuhi kebutuhan susu untuk anaknya. Rasa kemanusiaan mendorong Sukanaya membuka usaha sekaligus memberikan pekerjaan kepada ibu tersebut.
Seiring waktu, usaha yang dirintisnya berkembang. Ia kemudian mendirikan Happy Car Wash Detailing, yang disusul dengan pembukaan berbagai unit kuliner dan hiburan, seperti 35 Degrees Bar & Resto, Vitamin Sea Sunset Bar, Warung Meating, Warung Pempek Cinta, serta The Luvin Resto yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan.
Sukanaya menegaskan bahwa membangun banyak usaha bukanlah bertujuan untuk memperkaya diri secara pribadi. Ia menyebut, seluruh bisnis yang dijalankan memiliki visi kemanusiaan untuk menciptakan lapangan kerja dan membantu keluarga yang membutuhkan.
“Saya mendirikan usaha ini untuk menciptakan kemakmuran dan mengurangi penderitaan keluarga. Dari analisa yang saya lakukan, persoalan terbesar yang dihadapi masyarakat adalah masalah ekonomi,” ujarnya.
Ia menyebut konsep yang dijalankannya sebagai Darma Usaha, yakni usaha yang didirikan bukan semata-mata untuk keuntungan pribadi, melainkan sebagai sarana pengabdian dan kepedulian sosial.
“Kami tidak terikat oleh status atau hubungan tertentu, tetapi terikat oleh kebenaran. Di mata Tuhan semua manusia sama. Usaha ini kami bangun bersama agar dapat menjadi penopang kehidupan, baik sandang, pangan, maupun papan,” katanya.
Lebih lanjut, Sukanaya menyatakan komitmennya untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan melalui berbagai unit usaha yang dikelolanya, termasuk dalam bentuk dukungan biaya pendidikan, pengembangan UMKM, dan bantuan sosial lainnya.
Ia menutup dengan menyampaikan filosofi Tapa Tria Marga, yang ia terapkan dalam menjalankan Darma Usaha, yakni bekerja dan mengabdi tanpa terikat pada hasil, serta menyerahkan sepenuhnya pada kehendak Tuhan.
Dalam acara tersebut, turut hadir jajaran manajer dari unit usaha di bawah naungan PT Ahimsa Prosperity Group, di antaranya Yanti Camelia selaku Head Manager, Agung Sri Devi Manager Operasional 35 Degrees Bar & Resto, I Made Artatenaya Manager Vitamin Sea Sunset Bar, I Gde Agung Ramanda Pinangguh Manager Warung Meating, Rina Manager Warung Pempek Cinta, serta Deddy Manager Warung Babi Guling Made Jimbaran.*
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar